| rangkong |
| jumat, 14 mei 2010 17:48 |
rangkong (rhinoceros hornbill) Nama latinnya Buceros Minoceros. Penghuni pepohonan tinggi dan biasanya berpasangan ini suka sekali berjalan di tanah. Rangkong banyak dijumpahi di Asia Tenggara, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Bulun rangkong berwarna hitam namun, ada yang berwarna coklat maupun putih. Postur rangkong terbilang sangat unik, terutama karena mahkota yang bertengger dan paruh panjangnya terlihat berat. Binatang yang dilindungi ini pada usia mudanya mempunyai paruh dan mahkota berwarna putih. Seiring usianya, paruh dan mahkotanya akan berubah warna menjadi oranye dan merah, ini akibat dari seringnya rangkong menggesekkan paruh ke kelenjar penghasil warna oranye merah yang terletak di bawah ekornya. Selain rangkong, binatang lain dan hanya ada di pulau Sumatera yaitu Harimau Sumatera. Burung pemakan buah dan serangga ini menyukai daun Ara sebagai makanan favorit. Rangkong betina pada waktu mengeram dan beristirahat hidupnya di dalam lubang pohon yang diselimuti lumpur. Sangkar yang tertutup ini hanya meninggalkan sedikit celah untuk pejantan menyuplai makanan. Setelah telurnya menetas, rangkong betina akan keluar menerobos lumpur penutup sangkar dan menutup kembali agar anak-anaknya tetap aman di dalamya. Sebelum terbang rangkong memberikan tanda dengan mengeluarkan suara gak yang keras. Ketika sudah mengudara kepakan sayap rangkong mengeluarkan suara yang dramatik (keterangan gambar ini bersumber Republika 10 pebruari 2004). Rangkong di kebon binatang Ragunan taken with |